However, in the end, you realized that everything isn't worth it at all.
--But, it happened anyway.
You can't do anything but to let everything go,
and move on.
11 Maret 2015, 12:57
"Setiap pagi sebelum berangkat sekolah selalu pamit dan cium tagan ibu. Megayuh sepeda hasil hadiah lomba lukis, sambil membawa bekal air minum dan makanan ibu. Walau sudah SMP, tetep mas tidak berubah. Seiring waktu mas SMA di ambil Sampoerna, hati ibu bahagia bangga, tetapi di hati Ibu paling dalam sedih jauh darimu,d an masih terbayang selalu sebelum melanjutkan studi di amerika, mencuci kaki ibu dan mohon dibukakan pintu maaf... Hati ibu tidak kuat nangis. Betapa mas banyak memberi ibu contoh kebaikan .... kita sama-sama rindu sakit dan pejuaganmu untuk mebahagiakan keluaraga, nak. Ingat pesan-pesan Ibu, tetep rendah diri dn menolong sesama, I love you,Son ..."
![]() |
| http://afsjogja.org/events/a-very-well-farewell-2/ |
![]() | |
| Spaghetti! |
![]() |
| ZGT - versi gali |
Pada kenyataannya aku cuma gadis SMA biasa, yang mendengarkan lagu galau ditemani sebotol pepsi blue di sisi kiriku, memikirkan soal cinta dan hal bodoh lainnya. Hari pertama liburan, dan aku justru terserang sindrom anak muda di tahun 2012 ini; galau.
"Orang-orang yang sedang jatuh cinta kadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri.Ia tak kuasa lagi membedakan mana yg benar-benar nyata, mana yg hasil kreasi hatinya yg sedang memendam rindu."
Karena kita nggak tahu, mungkin saja bapak-bapak yang sedang berolah raga dengan senyum lebar dan penuh semangat pagi di ujung jalan sana menderita kanker, dan remaja pucat yang berjalan terseok-seok di depanmu ternyata tidak sakit, hanya saja sedang tidak punya semangat hidup.
| Photo by Wikipedia |