Pages

Monday, June 27, 2011

Sunday, June 19, 2011

SHOCKED



Oke hari ini selain badan gue sakit, gue mendapakan hantaman luar biasa pada mental gue.

GUE SHOCK

ANJER

Jadi, begini, hari ini gue usaha dana di gereja, biasalah sambil ketawa-ketawa sama Rara dan lain-lain. Nah yang bikin gue shock adalah saat gue pergi dari rumah pembimbing gue ke gereja bareng Rara. Gue kaget waktu Rara bilang temen gue, sebut saja X dan Y (bukan, bukan, gue nggak lagi mau cerita tentang persamaan garis, jadi jangan tutup laman ini dulu) bilang "Mereka pasti mau ngerokok dulu," Pertamanya gue biasa, soalnya si X emang gue tau dia ngerokok. Tapi waktu gue tanya "Tapi si Y enggak, 'kan?"

"Iya, dia tuh jugak."

JEGER

GUE KAYANG

"HAH?! SERIUSAN?! SHERI---"Gue diem soalnya itu favorite quotenya Y, dan gue agak sedikit males untuk mbahas dia.

Dan jadilah, gue shock. Dan gue sama sekali nggak bisa ngobrol dengan baik sama dia akhirnya.

Bawaan gue lemes banget seriusan. Disuruh makan, males, ngomong males, gila-gilaan seperti biasa males. Gue bener-bener jadi aneh waktu ada Y berkeliaran di sekitar gue. Bukan berarti gue benci sama Y, gue cuma ngerasa aneh. Belum lagi ditambah gossip-gossip tentang gue dan Y. Jadilah gue seharian penuh. catet. SEHARIAN PENUH. Nggak ngobrol sama dia sama sekali.

ASDFGHJKL

Cuma tadi siang emang gue senyum ke dia. Dia mbales. Dan itu. maksa. banget. oh. Gusti.

Aaaaah mood ancur. Belum lagi sms gue nggak dibales. Dan lagi semua sms yang gue kirim ke orang-orang emang nggak dibales semua. Hahahahasem. -___-

Aaah, overall itu aja. Tapi yang jelas, setidaknya hari ini aku udah melayani :')

Friday, June 17, 2011

Terimakasih, teman

Hanya sedikit ucapan terimakasih untuk teman-teman sembilan J semua. Mungkin kalian nggak sadar, tapi ini semua yang membuatku merasa beruntung ada diantara kalian;

Terimakasih untuk Agnes Yolidar Tiurma Andrayana, alias Agnes, yang telah mengajariku kalau punya indera yang lebih, bukan berarti baik, haha. Terimakasih sudah mengajariku untuk terus jujur :)

Terimakasih untuk Albertus Regi Mellyan, alias Regi, yang telah membuatku belajar untuk jadi anak yang aktif, walau dihukum guru sekalipun, tetap gerak terus! Aseek :'D

Terimakasih untuk Alfin Kurnia, alias Alfin, yang paling jarang ngobrol denganku, tapi dibalik itu sudah membawa tawa sendiri ke teman-teman :)

Terimakasih untuk Andreas Joko Prasetyo, alias Andre, yang sering diejek gangster, haha, aslinya anak kocak baik-baik. Terimakasih untuk mengajariku untuk setia tertawa.

Terimakasih untuk Aricsa Luluk Gabriolis, alias Gabby, atau Gebby, atau Gebbi, ahaha, sampe sekarang aku nggak tau nulis namamu yang bener gimana, Geb. Walau kamu nggak sadar, terimakasih untuk mengajariku tentang arti memaafkan :D

Terimakasih untuk Bagus Wisnu Setyawan, alias Wisnu, maaf ya sering ikutan ngejek-ngejek kamu sama anak-anak :') Terimakasih sudah mengajariku untuk selalu menggunakan logika, dan tak terpaku rumus :)

Terimakasih untuk Bernadhetta Paska Maharani, alias Dhetta, Terimakasih sudah mengajariku cara eksis di FB itu bagaimana, hahaha. Terimakasih sudah bisa jadi teman gila-gila selama ini :)

Terimakasih untuk Biwara Yoganata Hutama, alias Abi,  kelas 9 ini makin banyak fansmu ya, Bi? Haha. Terimakasih sudah mengajariku serius dan bercanda di saat yang sesuai.

Terimakasih untuk Bunga Putri Widi Prastiwi, alias Bunga, teman gereja sekaligus sekolah, haha. Terimakasih sudah mengajariku untuk tidak mencampuri urusan orang lain, dan terus menjalani semua dengan tertawa :'D

Terimakasih untuk Ervan Nur Rahmawan, alias Ervan, yang sudah mengajariku untuk tetap serius tapi kocak di saat yang tepat. Terimakasih :'D

Terimakasih untuk Gagana Ramadhani Putra, alias Aga, terimakasih sudah mengajariku untuk bersabar dan menahan diri. Terimakasih :'D

Terimakasih untuk Hieronimus Gebyar Nico Cahyo, si 'ngguwanthenk' (baca: Nico, hahaha) yang paling doyan dipanggil guru, terimakasih untuk mengajariku bahwa narsis-itu-nggak-dosa, haha. Terimakasih untuk tawa ngakaknya :'D

Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Terimakasih untuk Hilma Kurniasih Pramono, alias Nia. Terimakasih untuk mengajariku bersabar, diam dan menjadi kuat. Terimakasih banyak ya :'*

Terimakasih untuk Inkarizki Sellodella, alias Rizki, si manis kecil yang banyak mengajariku untuk menjadi penengah, dan mengajariku apa itu persaingan. Terimakasih :*

Terimakasih untuk Irma Dewi Anggraeni, alias Irma, yang membuat mengerti apa itu kesetiaan dan pelayanan. Terimakasih banyak :')

Terimakasih banyak untuk Irwan Kurniawan, bos besar penggila Endank Soekamti. Terimakasih banyak sudah mengajariku untuk bersabar dan terus tertawa, sekeras apapun orang-orang mengejekmu. Terimakasih banyak, bos!

Terimakasih banyak untuk Junita Arima Putri, alias Rima. Terimakasih banyak sudah mau menjadi orang yang paling dekat denganku, jadi tempat sampahku, dan selalu menyediakan bahumu. Terimakasih banyak untuk semuanya :*

Terimakasih banyak untuk Kiranna Putri Utami, alias Kiranna, yang sudah mengajariku untuk selalu peduli pada orang-orang di sekitarmu. Terimakasih :D

Terimakasih untuk Mahendra Kurnia Widhiatmaka, alias Mahendra atau Hendra, yang sudah mengajariku untuk tidak takut dalam menghadapi semuanya, karena selalu ada seseorang di sekitarmu yang siap menahanmu. Terimakasih banyak :'D

Terimakasih untuk Nanda Putra Bagaskara, alias Nanda atau Bagas, yang sering kuutangi pulsa, yang sudah mengajariku untuk bersikap lebih dewasa dan bersabar. Terimakasih! :D

Terimakasih untuk Niken Okta Elsanti Beru Karo Karo Kaban, alias Elsa, jangan ragu untuk tidakmenyingkat namamu, nak. Berbanggalah! Terimakasih sudah setia memanggilku dengan sebutan 'mama'. Terimakasih :')

Terimakasih untuk Nindita Christy Rosary, alias Dhitta, terimakasih sudah mengajariku untuk tertawa dan selalu berani. Terimakasih untuk momen ngakak bersamanya :'D

Terimakasih untuk Nur Okta Vian, alias Vian. Si jahil yang kuat, selamat ya sudah punya banyak fans, haha. Terimakasih sudah menyadarkanku apa itu kekuatan, kesabaran dan tawa. Terimakasih banyak :D

Terimakasih untuk R. Gilang Pradana Isratama, alias Gilang. Terimakasih untuk momen-momen konyol dan lelucon yang nggak mungkin terlupa. Terimakasih! :D

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli

Terimakasih untuk Resanora Ayu Garcia, alias Ayu. Terimakasih sudah mengajariku menjadi gadis yang sabar dan peduli. Terimakasih banyak, ya :'*

Terimakasih banyak untuk Septian Dwi Canda Asmoro, calon skater Ian, haha. Terimakasih untuk tawa dan makna kesabaran yang sudah diberikan. Aku kagum dengan caramu berteman! :D

Terimakasih untuk Septian Eko Saputra, Eko, yang selalu diolok-olok teman sekelas, maaf ya :') Terimakasih sudah mengajariku makna perjuangan. Maju terus!

Terimakasih untuk Stefanus Juliantara, alias Ivan. Terimakasih sudah mengajariku bahwa diam bukan berarti 'pendiam'. Terimakasih untuk tawanya :'D

Terimakasih untuk Sufyan Mahfud, alias Sofyan, orang yang paling sering ngoceh walaupun kadang tidak diperlukan, haha. Terimakasih sudah mengajariku untuk bersabar dan berkomentar :')

Terimakasih untuk Sukma Korinta Jati, alias Jati, yang sering disuruh jadi Pendeta. Kami hanya bercanda ya Jat, jadi yang kamu inginkan. Terimakasih sudah mengajariku untuk tegas dan tidak melenceng. Terimakasih! :D

Terimakasih untuk Tri Lestari, alias Tri, yang mengajariku untuk selalu hormat kepada orang tua. Terimakasih untuk petuah yang sudah bayak diberikan :')

Terimakasih untuk Yogi Pratama, alias Yogi, si raja gombal, hahaha. Terimakasih sudah mengajariku untuk tertawa dan selalu kompak. Terimakasih :')

Terimakasih untuk Septyansyah Nur Etikantoro, alias Tyan, ketua kelas yang justru biang rame, haha. Terimakasih sudah mengajariku untuk terus tegas dan sederhana. Terimakasih! :D

Terimakasih untuk Martha Yunita Edoway, alias Martha atau Atha. Kawan satu kampung halamanku, terimakasih sudah mengajariku untuk tidak mendendam dan selalu setia dalam segala hal. Aku bakal rindu suara emasmu :')

Terimakasih untuk Agus Ardianto Orlando, alias Lando atau mungkin Bang Lando. Kakak Kelas yang baik :') Terimakasih sudah mengajariku untuk selalu kuat, sederhana dan terampil. Gambarmu bagus banget, Ndo!

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak 'kan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Terimakasih untuk SMP NEGERI 15 Yogyakarta, kelas J, yang sudah mempertemukan dan mewadahi kita sampai detik kita lulus. Aku nggak tahu gimana jadinya kalo aku nggak masuk SMP ini :D

Terimakasih untuk Bu Sumiyati, Pak Maryoto dan Pak Agus Riwarsa, yang terus setia membimbing kami. Sekalipun kami tahu kami nakal, kami tetap sayang anda semua. Terimakasih Ibu-Bapak semua! 

Terakhir
Terimakasih untuk perkenalan, canda,  permusuhan, persahabatan, tangis-air mata, jeritan, tawa, dan segala hal yang telah Tuhan berikan kepada kita, termasuk ... perpisahan.

Mungkin kita nggak akan setiap hari ketemu lagi, dan mungkin catatan ini terlalu berlebihan untuk kalian, tapi cuma ini yang bisa aku kasih;

"Terimakasih"

oOo

Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
JANGANLAH BERGANTI :')

Ipang - Sahabat Kecil's lyric

Yogyakarta, 17 Juni 2011
  Love,
Mesabia Pramudhita Modouw
; Sasha, Mesa, atau terserah kalian.
VII J - 36, VIII J - 35, IX J - 33


.: Copied from Facebook
Like? Comment? Please CLICK HERE  

Thursday, June 9, 2011

RANDOM; Crap, I’m lonely

I found my self was surrounded by emptiness and sorrow. Even now a cheerful song is played in my ears, I can’t feel  anything.  I’m lonely.

God, am I that alone? I don’t know.
Oh crap, that Endah n’Rhesa’s song make me more galau.

You know something? I never fall in love before. Haha. Yes, it’s actually a normal thing for a 14-yo girl like me. But, I kinda jealous when somone say it around me. How does it feel?
Oh God, when this feeling come to me, lot of random screw things come to my mind. 

AH LET ME GO!

Friday, June 3, 2011

Bu, saya gigit, BOLEH?

Gue terobsesi masuk SEKOLAH INI. Gue terobsesi banget. Sampe-sampe semua orang udah gue kasih tahu. Tukang tahu yang lewat aja mungkin tahu. Yang sebenernya absurd karena nggak ada tukang tahu yang lewat depan rumah gue HEHE.

Tapi yang bikin gue pengen mangkel, adalah guru gue sendiri. Guru yang menurut gue bakal mematahkan semangat muridnya. PANTESAN 15 NGGAK MAJU-MAJU! *ngacungin golok

Bermula dari Rabu pagi. Dimana gue kumpul buat latihan vocal group di sekolah. Karena kebiasaan molor, kami akhirnya nunggu di perpus. Di sinilah gue ketemu guru asem itu.

Gue: Pagi Bu (salim tangan)

BuGuru: Pagi, nduk. Kamu ngapain sekarang? Nunggu kelulusan?

Gue: Latihan VG buat perpisahan, bu.

BG: Oh, iya, iya. Mau masuk mana memang nanti SMAnya?

Gue: Pengennya sih masuk SMA X (gue belum berani kasih tau nama SMAnya, takut entar nggak masuk beneran) Bu. Tapi kalau nggak bisa, mungkin SMA Y.

BG: Hah? SMA X? Nggak mungkin mbak (gue mulai pengen nonjok) SMA X itu tinggi banget.

Gue: (nahan emosi) Ya makanya saya juga pengen masuk SMA Y, Bu.

BG: Ya, ya, mungkin bisa. Tapi mungkin juga berat ya, mbak, soalnya kemarin aja yang masuk situ cuma  4 loh.

Gue: (Ibuuuuuk *banting kepala*) Ya makanya liat NEM dulu, Bu

BG: Ya, ya, tapi tetep loh mbak, Masuk SMA X itu nggak mungkin mbak. Terlalu tinggi, mbak. NGGAK MUNGKIN, mbak

Gue: YA DAH DEH BU SERAH LO! (Pengennya sih bilang gitu)

Kenyataannya gue cuma bisa bilang “Iya Bu, saya duluan ya, bu ...” dengan langkah lemes sekaligus emosi.

Buat guru-guru dengan sifat seperti dia atas yang nyasar baca blog gue ini, harap ingat; Jangan sekali-kali menghancurkan semangat siswa kalian seperti itu. Sekalipun mungkin emang tempat kalian mengajar itu bobrok dan mendapat reputasi sangat buruk, jangan pandang kami sebelah mata. Kami hanya butuh motivasi Pak, Bu! Kalau bahkan untuk memilih SMA saja kalian sudah patahkan semangat kami, bagaimana selanjutnya? Kenapa kalian sebegitu tega?
Gue masih nggak percaya guru BK gue bisa sebegitunya sama gue. Sama KAMI.

Bu, saya gigit, BOLEH?



Crocodile Bottooom!


“PANTAT BUAYAAAA!” Itu adalah kata-kata pertama yang terlintas di pikiran gue saat gue berhasil menaklukaan jalan raya rumah – UGM.

Asoy

Jadi pertamanya, gue mau sepedaan. Biasalah berkelana tanpa tujuan gitu di sepanjang jalan Blunyahrejo. EH, tapi gue mengurungkan niat gue begitu gue tahu kalo gue udah mau SMA. Gue udah harus bisa peri kemana-mana sendiri. Dan memikirkan gue pergi tanpa bantuan Bis kota, membuat gue tergiur. Ada kembang seroja melayang di otak gue.

Dan apa itu kembang seroja, gue juga terlalu ngglier buat mikir begituan.

Dan inilah gue, gadis kurang pergaulan dengan sepeda cewek biru imutnya pergi melanglang jalan raya. Edan asek banget gue nulisnya.

Pertama kali yang harus gue lakukan sebenarnya adalah menyebrang. Dan ternyata jalan rame. Gue sebenarnya sebelumnya udah mikir di jalan menuju jalan raya; gue takut ketabrak mobil inova biru. Hal itu beneran terlintas di pikiran gue. Sampe-sampe warna mobilnya gue pikirin juga secara detail (tindakan bego dan jenius emang beda tipis, coy). Gue mikir pantat gue bakal nyungsep ketabrak sadel sepeda gue sendiri sementara ban belakang gue keserempet mobil—dan ujung-ujunya gue bakal sekarat dengan first kiss gue dengan aspal.

Oh, ralat, ngomon-ngomong first kiss gue itu sama gitar, deng. Kakak gue pernah nggak sengaja nyabet bibir gue pake ujung gitar (yang banyak benda bisa diputer itu lah, gatau namanya apa) dan bibir gue jontor. Indah banget. Umur gue delapan tahun dan rasa ciuman pertama gue sangat menyengat. Gue masih inget gue nangis-nangis digendong emak gue dengan es ketempel sadis di bibir gue.

Sambel.

Oke, lanjut ke petualangan gue. Gue akhirnya tetep nglajoo. Dengan sedikit deg-degan bakal ketabrak motor atau bis. Dan guess what? GUE SAMPE UGM! MUHAHAHAHA

Gue dalam hati sebenernya udah nyombong duluan. Gue dengan gobloknya bahkan sempet bilang dalem ati; ‘Wahai pengguna jalan raya, liat gue dateng! GUE DI JALAN RAYA! MUAHAHAHAHAHAHA SIAP-SIAP LO SEMUA!’ Sebenernya gue mau tambahin efek mata laser dan pose pahlawan bertopeng, tapi entar gue jatoh dari sepeda, dong?

Gue sempet kaget setengah idup waktu ada motor balap banget nglewatin gue. Gue kaget. Banget-bangetan. Untung gue nggak nabrak warung kaki lima sebelah gue. Kalo enggak, pulang-pulang gue bakal jadi pecel beneran.

Bangga abis waktu Mbah gue keliatan nggak percaya gue sampe UGM. Gue sebenarnya udah pamer ke Mbak Lisa dan Mama. Tapi sampe detik ini belum ada reaksi apa-apa TT_TT

Ini sebenernya norak. Norak abis lengkapnya. Buat lo-lo semua yang ngerasa Jalan Raya adalah hal biasa, gue maklum. Emang ... Gue aja yang kurang pergaulan kali, ye?




Oh iya, ngomong-ngomong, ... Buaya itu punya pantat nggak, ya? 

OUCH!